Petrokimia Sedang Menjajaki Kolaborasi Multinasional Untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Selasa, 18 Februari 2025

    Bagikan:
(ANTARA/HO-Petrokimia Gresik)

Petrokimia Gresik, sebagai bagian dari holding Pupuk Indonesia, berkomitmen untuk menjajaki peluang kerja sama antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU) serta negara-negara Mercosur dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional.

EAEU mencakup Rusia, Belarus, Armenia, Kazakhstan, dan Kirgistan, sedangkan negara-negara Mercosur terdiri dari Argentina, Bolivia, Brasil, Paraguay, dan Uruguay.

“Petrokimia Gresik bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bertekad untuk memperkuat kolaborasi dalam sektor pupuk multinasional guna mendukung swasembada pangan,” ungkap Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo, di Gresik, Jawa Timur, pada hari Selasa.

Dwi menjelaskan bahwa Kemenlu RI melakukan kunjungan ke Petrokimia Gresik pada hari Senin (17/2) untuk mengeksplorasi potensi kerja sama dalam ketahanan pangan antara Indonesia dengan EAEU dan negara-negara Mercosur.

Negara-negara EAEU dikenal sebagai pemain kunci dalam industri pupuk global, dengan pengelolaan yang efisien, pasokan bahan pupuk yang memadai, teknologi canggih, serta mekanisme pembiayaan yang efektif.

“Negara-negara Mercosur terkenal dengan sektor peternakannya,” tambah Dwi.

Pada tahap ini, Kemenlu sedang mengevaluasi potensi di lapangan dan mengidentifikasi peluang strategis dalam pengembangan kerja sama di bidang pertanian dan peternakan, termasuk dalam aspek pupuk dan sapi, untuk mempersiapkan implementasi konkret dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Di Indonesia, Dwi menekankan bahwa pupuk merupakan salah satu produk yang sangat penting untuk mendukung produksi dan keberlanjutan hasil pertanian secara keseluruhan.

Indonesia memiliki kapasitas produksi pupuk nasional yang mencapai 14,6 juta ton per tahun, termasuk di dalamnya hasil dari Petrokimia Gresik. Namun, untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional, Indonesia masih memerlukan pasokan bahan baku dari mitra-mitra lain, termasuk negara-negara EAEU.

Oleh karena itu, kolaborasi multinasional menjadi sangat penting, mengingat salah satu prioritas Indonesia dalam Astacita adalah swasembada pangan. Dwi menyatakan bahwa melalui kerja sama ini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat sektor pertanian dengan meningkatkan kapasitas produksi pupuk lokal.

Selain itu, pasokan bahan baku pupuk dari EAEU, seperti amoniak, fosfat, dan kalium, akan memperkuat rantai pasokan bahan baku pupuk, sehingga menjadikannya lebih efisien dan mendukung keberlanjutan produksi pupuk domestik. Dwi juga menambahkan bahwa Petrokimia Gresik, melalui program yang diinisiasi oleh Kemenlu, siap memperkuat kerja sama di sektor pupuk dan peternakan sapi di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.


Baca Juga: OJK Dorong Peran Mahasiswa UMSU Sebagai Agen Inklusi Keuangan Di Masyarakat


Tag:


    Bagikan:

Penulis: Nora Jane


Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.