Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi mengungkapkan bahwa fokus utama pada tahun 2025 adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas perusahaan yang terdaftar di pasar modal Indonesia.
Dalam upaya tersebut, OJK juga akan memastikan kredibilitas calon perusahaan yang akan terdaftar serta kredibilitas calon investor di pasar modal Indonesia pada tahun ini.
“Kami memiliki beberapa inisiatif, yang pertama adalah peningkatan kuantitas dan kualitas perusahaan yang terdaftar, termasuk memastikan kredibilitas calon emiten, kredibilitas calon investor, serta sumber dana calon investor melalui penelaahan atau due diligence yang lebih mendalam,” jelas Inarno dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Desember 2024 di Jakarta, pada hari Selasa.
Ia juga sedang meninjau kebijakan terkait aturan free float minimum yang diharapkan dapat mendukung kapitalisasi pasar, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), serta likuiditas pasar modal Indonesia.
Kedua, tentu saja meningkatkan likuiditas dan efisiensi pasar, yang salah satunya dilakukan melalui penerapan kebijakan penyedia likuiditas,” ungkap Inarno.
Selanjutnya, ia menambahkan, OJK juga akan memperkuat peran lembaga dan profesi pendukung, dengan tujuan agar perusahaan yang melakukan penawaran umum adalah perusahaan-perusahaan yang berkualitas.
“Tentunya, yang terakhir, kita juga akan meninjau kebijakan terkait realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum,” jelas Inarno.
Sesuai dengan Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027, OJK menargetkan jumlah perusahaan tercatat, baik dalam bentuk saham maupun Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS), mencapai 1.100 perusahaan pada tahun 2027.
Selain itu, OJK menargetkan kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp15.000 triliun atau 70 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2027.
Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) juga ditargetkan mencapai Rp25 triliun, dan jumlah investor pasar modal Indonesia diharapkan mencapai 20 juta Single Investor Identification (SID) pada tahun 2027.
Baca Juga: OJK Dorong Peran Mahasiswa UMSU Sebagai Agen Inklusi Keuangan Di Masyarakat
Tag:
Penulis: Nora Jane