Kementerian Perhubungan menegaskan kembali pentingnya keselamatan dalam sektor pelayaran. Penguatan infrastruktur serta sistem transportasi yang aman, efisien, dan berkelanjutan menjadi salah satu program prioritas dalam sektor ini. Kemenhub berkomitmen untuk mendukung visi tersebut dengan menyediakan regulasi dan infrastruktur yang diperlukan untuk menciptakan sistem transportasi yang aman dan andal, serta mendukung keselamatan pelayaran.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Perhubungan Suntana saat menghadiri acara Quick Win 100 Hari Kampanye Keselamatan Pelayaran di Graha Pena Hall, Batam, Kepulauan Riau, pada hari Senin (16/12).
Hingga saat ini, Kemenhub telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk mengkampanyekan keselamatan pelayaran, yang merupakan salah satu program quick win dalam 100 hari kerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan tersebut mencakup pemberian dokumen kepelautan seperti Surat Keterangan Keterampilan Berlayar 30 mil / 60 mil, Buku Pelaut Merah untuk Kapal KLM, Penangkap Ikan, dan Tradisional, kartu E-Pas kecil, serta pemberian alat keselamatan seperti life jacket untuk nelayan, dan penyerahan piagam serta plakat kepada instansi terkait.
“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam hal keselamatan transportasi. Transportasi tidak hanya berfungsi untuk mengangkut penumpang dan barang, tetapi juga memberikan perhatian kepada nelayan agar mereka dapat melaksanakan kegiatan pelayaran dengan selamat, nyaman, dan aman,” ungkap Wamenhub.
Dalam kesempatan ini, Wamenhub juga mengingatkan kepada operator kapal, petugas pelabuhan, dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kesadaran serta menerapkan prosedur keselamatan pelayaran. Hal ini penting karena aspek keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama.
Kami menginginkan agar masyarakat memiliki pendapatan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi para nelayan, penting untuk berhati-hati dan memahami peraturan yang berlaku. Saya juga berharap pemerintah daerah dapat mendukung hasil tangkapan nelayan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi, ujar Wakil Menteri Perhubungan.
Dalam acara tersebut, hadir pula Direktur Perkapalan dan Kepelautan Hendri Ginting, Kepala KSOP Khusus Batam Capt. Bharto Ari Rahardjo, Kepala Pangkalan PLP Tanjung Uban Sugeng Riyono, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepri Dini Kusumahati, perwakilan anggota DPD RI, serta para nelayan dari Kepulauan Riau dan sekitarnya.
Baca Juga: Analisis Pemicu Bencana Di Sumut: Cuaca Ekstrem Dan Kerusakan Lingkungan
Tag:
Penulis: Seraphine Claire