Sumatera, Indonesia – Dalam rencana pemetaan kerusakan infrastruktur pasca bencana, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan perhatian khusus pada kondisi infrastruktur publik di seluruh Sumatera. Fasilitas seperti sekolah, puskesmas, balai desa, dan pasar yang hancur atau rusak menjadi prioritas untuk segera didata dan dipulihkan.
Pendekatan ini didasari pada pemikiran bahwa pemulihan layanan publik adalah kunci untuk memulihkan kembali kehidupan sosial masyarakat. Anak-anak yang tidak bisa sekolah atau masyarakat yang kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar harus segera ditangani.
AHY menegaskan bahwa rehabilitasi infrastruktur publik harus mempertimbangkan aspek inklusivitas dan aksesibilitas. Pembangunan kembali fasilitas-fasilitas ini harus ramah bagi penyandang disabilitas dan kelompok lanjut usia, yang seringkali paling terdampak dalam situasi bencana.
Selain aspek fisik, pemetaan juga akan mencatat dampak psikologis dan sosial akibat hilangnya akses ke fasilitas publik. Data ini penting untuk merancang program pendampingan yang tidak hanya memulihkan bangunan, tetapi juga memulihkan semangat masyarakat.
Koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat akan diintensifkan untuk menyinkronkan data kerusakan dan kebutuhan mendesak. Hal ini untuk memastikan tidak ada celah yang terlewat dalam proses rehabilitasi sektor publik.
Penggunaan material yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan akan didorong dalam rekonstruksi infrastruktur publik. AHY berpendapat bahwa ini adalah momentum yang tepat untuk mentransformasi fasilitas publik menjadi lebih baik dari kondisi sebelumnya.
Partisipasi komunitas lokal dalam proses perencanaan dan pengawasan rekonstruksi akan didorong. Masyarakat setempat dianggap sebagai pihak yang paling memahami kebutuhan dan kondisi lapangan yang sebenarnya.
Dengan fokus pada infrastruktur publik, AHY berharap dapat segera mengembalikan fungsi pelayanan dasar kepada masyarakat Sumatera yang terdampak bencana, sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat untuk ketahanan komunitas di masa depan.
Baca Juga: Analisis Pemicu Bencana Di Sumut: Cuaca Ekstrem Dan Kerusakan Lingkungan
Tag:
Penulis: Seraphine Claire