Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan bahwa mereka bekerja sama sepenuhnya dengan pihak kepolisian terkait kematian diplomat muda, Arya Danu Pangayunan.
"Kami telah berkolaborasi secara penuh dengan pihak penegak hukum dalam hal ini, yaitu kepolisian," ujar Juru Bicara Kemlu Indonesia, Roliansyah "Roy" Soemirat, dalam pengarahan media di Jakarta pada hari Senin.
Roy menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri telah membagikan data-data terkait diplomat muda tersebut, yang diharapkan dapat membantu proses penyelidikan.
Juru bicara itu menambahkan bahwa semua tindakan yang telah diambil oleh Kementerian Luar Negeri dan pihak keluarga untuk mempercepat pengungkapan kematian Arya tidak perlu selalu menjadi sorotan publik.
Oleh karena itu, ia melanjutkan, hingga saat ini, tidak ada informasi lain yang dapat dibagikan oleh Kementerian Luar Negeri. Dia mengimbau agar semua pihak menunggu kesimpulan dari pihak berwenang mengenai penyebab kematian Arya Danu Pangayunan.
"Tidak ada yang dapat kami sampaikan karena kewajiban kami saat ini hanya kepada kepolisian. Bahkan, saya juga ingin mengimbau kepada rekan-rekan untuk mencari titik keseimbangan dalam peliputan isu ini," tuturnya.
Sementara itu, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional Mohammad Choirul Anam menyatakan bahwa Polda Metro Jaya akan mengumumkan penyebab kematian diplomat muda sekaligus staf Kemlu, Arya Daru Pangayunan pada hari Selasa (29/7).
"Semoga bisa diumumkan, kecuali jika ada tambahan alat bukti yang menentukan, jika tidak ada yang menentukan, maka bisa diumumkan," kata Anam setelah melakukan rapat analisa dan evaluasi (anev) bersama Polda Metro Jaya dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) di Mapolda Metro Jaya, pada hari Senin.
Saat ditanya mengenai apakah ada fakta baru yang ditemukan selama mengikuti anev, Anam menyatakan bahwa belum ada yang baru. Namun, ia menyampaikan bahwa penyebab kematian diplomat muda sekaligus staf Kemlu tersebut semakin jelas.
Arya Danu Pangayunan ditemukan meninggal oleh penjaga indekos pada tanggal 8 Juli lalu di kamar indekosnya di Jakarta dengan kondisi kepala terlilit lakban. Jenazahnya telah diautopsi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mengetahui penyebab kematiannya.
Baca Juga: Analisis Pemicu Bencana Di Sumut: Cuaca Ekstrem Dan Kerusakan Lingkungan
Tag:
Penulis: Seraphine Claire