Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan bahwa harga pangan di DKI Jakarta, termasuk telur ayam, daging sapi, dan beras, berada dalam keadaan aman dan stabil menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Arief menjelaskan bahwa pihaknya, bersama dengan Plt. Sesmenko Pangan Kasan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, telah melakukan pemeriksaan harga secara langsung di Pasar Jaya Kebayoran Lama.
"Hari ini, bersama Sesmenko Pangan (Kasan), Kadis PPKUKM Jakarta (Elisabeth Ratu Rante Allo), Bulog, beberapa BUMD, dan food station, kami melakukan pengecekan langsung. Stok pangan cukup dan harga dalam kondisi baik," ungkap Arief dalam konferensi pers di Jakarta, pada hari Jumat.
Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga pangan.
Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa harga pangan di Pasar Kebayoran Lama relatif stabil. Harga daging sapi bagian paha belakang tercatat sekitar Rp130.000 per kilogram, sementara harga daging sapi bagian paha depan berada di kisaran Rp120.000 per kilogram. Arief menyatakan bahwa harga-harga tersebut masih tergolong wajar.
Harga bawang putih tercatat sebesar Rp42.000 per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting dan cabai hijau masing-masing dihargai Rp35.000 dan Rp42.000 per kilogram.
Beras merupakan salah satu komoditas penting yang terus dipantau. Harga beras yang ditetapkan oleh Bulog untuk stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) adalah Rp12.000 per kilogram, atau Rp60.000 per karung dengan ukuran 5 kilogram.
Arief juga mencatat adanya penurunan harga beras IR42, yang sering digunakan untuk nasi padang, dari Rp15.000 menjadi Rp14.000 per kilogram.
Di sisi lain, beras merek Raja Lele dipasarkan dengan harga Rp12.800 per kilogram, sementara beras IR64 dihargai sekitar Rp13.000 per kilogram. Harga-harga ini mencerminkan bahwa pasokan beras di pasar masih dalam keadaan baik dan stabil.
Harga telur ayam tetap stabil di kisaran Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram. Menurut Arief, kestabilan harga telur ini disebabkan oleh pengelolaan pakan ayam petelur yang efisien.
Daging ayam tanpa tulang (boneless breast) dijual dengan harga antara Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram, sedangkan ayam potong utuh dijual seharga Rp46.000 per ekor. Harga-harga ini menunjukkan bahwa kondisi pasar tetap terkendali.
Arief menekankan bahwa kunjungan langsung ke pasar adalah bagian dari inisiatif Bapanas untuk memastikan bahwa laporan yang diterima mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Tindakan ini juga bertujuan untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat menjelang liburan akhir tahun.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa stabilitas harga pangan dapat dicapai berkat kerjasama yang harmonis antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait. Peran Bulog dan BUMD sangat penting dalam menjaga ketersediaan pasokan serta harga yang wajar.
Arief menegaskan bahwa pengelolaan stok pangan yang memadai sangat penting untuk menjaga stabilitas harga. Ia juga berkomitmen untuk terus memantau kondisi pasar hingga selesai libur akhir tahun.
"Sebagai informasi, Bulog menyampaikan bahwa cadangan di Jakarta mencapai 180 ribu ton. Ini menunjukkan ketahanan yang kuat menjelang akhir tahun. Selain itu, stok beras nasional mencapai 2 juta ton," tambah Arief.
Dengan langkah ini, Bapanas berharap masyarakat dapat menikmati libur akhir tahun dengan tenang tanpa kekhawatiran mengenai kenaikan harga pangan.
Baca Juga: OJK Dorong Peran Mahasiswa UMSU Sebagai Agen Inklusi Keuangan Di Masyarakat
Tag:
Penulis: Nora Jane