Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti, memberikan sambutan hangat kepada delegasi dari Indonesia dan Kanada yang berkumpul di Bandung, Jawa Barat, untuk melanjutkan perundingan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Dalam sambutannya, Wamendag Roro menegaskan komitmen Indonesia dan menyatakan optimisme bahwa perundingan akan berjalan dengan baik dan menghasilkan kesepakatan yang signifikan.
"Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan negosiasi secara konstruktif dan menghargai fleksibilitas yang ditunjukkan oleh Kanada, yang memungkinkan tercapainya kesepakatan. Kami yakin bahwa perundingan ini akan menghasilkan kesepakatan substansial pada akhir tahun ini," ungkap Wamendag Roro dalam putaran ke-10 perundingan Indonesia-Canada CEPA yang berlangsung pada hari Selasa (5/11).
Pada putaran ini, Indonesia dan Kanada akan melanjutkan diskusi mengenai isu-isu yang masih tersisa, seperti akses pasar untuk barang dan jasa, investasi, pembangunan berkelanjutan, serta pembahasan mengenai mineral kritis. Putaran ke-10 ini diharapkan menjadi tahap akhir dari perundingan Indonesia-Canada CEPA. Penyelesaian perundingan ini menjadi salah satu prioritas dalam program kerja Kementerian Perdagangan untuk memperluas pasar ekspor, bersamaan dengan penyelesaian negosiasi dengan Eurasia dan Peru.
Lebih lanjut, Wamendag Roro menekankan pentingnya fleksibilitas dan solusi kreatif dari kedua pihak dalam menyelesaikan isu-isu kompleks yang memerlukan kolaborasi. "Perundingan memerlukan fleksibilitas dan kreativitas. Oleh karena itu, saya mengapresiasi kedua delegasi atas kerja keras dan dedikasi mereka. Menyesuaikan ambisi tidak berarti mengorbankan hasil yang diharapkan, melainkan mencerminkan pendekatan yang seimbang untuk mencapai solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Perdagangan Roro didampingi oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Djatmiko Bris Witjaksono, yang juga menjabat sebagai Ketua Delegasi Indonesia, bertemu dengan Associate Assistant Deputy Minister Global Affairs Canada, Aaron Fowler, yang merupakan Ketua Delegasi Kanada. Kehadiran Wakil Menteri Perdagangan Roro mencerminkan komitmen serius pemerintah Indonesia dalam memperluas pasar ekspor.
"Sesuai dengan arahan Menteri Perdagangan Budi Santoso, Pemerintah Indonesia bertekad untuk memperluas pasar ekspor. Perundingan perdagangan internasional seperti CEPA antara Indonesia dan Kanada dapat menjadi sarana untuk membuka akses pasar dan mengurangi hambatan perdagangan antara kedua negara," jelas Wakil Menteri Perdagangan Roro.
Wakil Menteri Perdagangan Roro juga percaya bahwa perundingan ini dapat memperkuat hubungan perdagangan bilateral yang mendukung tujuan ekonomi kedua negara, sehingga memberikan manfaat bagi Indonesia dan Kanada.
"Saya yakin bahwa potensi ekspor yang besar ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia melalui tarif preferensi. Ini juga sejalan dengan komitmen Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia di pasar global," tambah Wakil Menteri Perdagangan Roro.
Tinjauan Perdagangan Indonesia-Kanada
Menurut data yang diproses oleh Kementerian Perdagangan, total nilai perdagangan antara Indonesia dan Kanada pada periode Januari hingga Agustus 2024 mencapai USD 2,4 miliar. Dalam rentang waktu tersebut, ekspor Indonesia ke Kanada tercatat sebesar USD 935,8 juta, sedangkan nilai impor dari Kanada mencapai USD 1,46 miliar.
Komoditas unggulan yang diekspor Indonesia ke Kanada meliputi perlengkapan telepon, limbah dan barang bekas, karet alam, serta peralatan wisata. Di sisi lain, komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Kanada terdiri dari gandum, pupuk, kedelai, dan serbuk kayu.
Baca Juga: Analisis Pemicu Bencana Di Sumut: Cuaca Ekstrem Dan Kerusakan Lingkungan
Tag:
Penulis: Seraphine Claire