KBank Menawarkan Legasi Perbankan Serta Keahlian Konektivitas Regional Untuk Bank Maspion

Senin, 21 Oktober 2024

    Bagikan:
(Gambar: Dok/KBank)

Dengan warisan yang telah ada selama hampir 80 tahun, KBank telah menjadi pemimpin di kawasan dalam bidang perbankan digital, yang dikenal karena inovasi yang berorientasi pada pelanggan serta dedikasinya terhadap pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Sebagai bank terkemuka di kawasan dengan keahlian dalam teknologi, KBank merasa bangga dengan warisan yang telah kami ciptakan, mulai dari portofolio keuangan yang solid hingga komitmen terhadap keberlanjutan. Aplikasi K PLUS yang saat ini digunakan oleh lebih dari 24 juta pengguna di kawasan ini juga telah memberikan dampak yang signifikan.

Komitmen kami terhadap inklusi keuangan akan memastikan bahwa layanan perbankan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan menggabungkan inovasi terbaru dan praktik berkelanjutan, KBank siap untuk mendorong perkembangan sektor keuangan di seluruh kawasan MEA+3 sambil tetap berfokus pada penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi mitra, bisnis, dan konsumen,” ujar Pipit Aneaknithi, Presiden KBank.

Meningkatkan Konektivitas MEA+3 melalui Kerja Sama dengan Bank Maspion

Strategi pertumbuhan regional KBank terfokus pada pasar MEA+3, yang mencakup negara-negara anggota ASEAN, China, Jepang, dan Korea Selatan. Kawasan ini memiliki potensi besar dalam sumber daya manusia dan tenaga kerja, serta pertumbuhan kelas menengah yang pesat, yang menciptakan peluang signifikan bagi KBank untuk memanfaatkan keahlian dalam teknologi dan keberlanjutan. Dengan jaringan lebih dari 70 mitra keuangan di 13 negara, KBank berkomitmen untuk mendorong kolaborasi lintas batas dan memperkuat hubungan ekonomi di wilayah MEA+3. Selain Indonesia, kehadiran regional KBank juga meliputi China, Vietnam, Kamboja, dan Laos.

"KBank bertekad untuk menjadi Bank Pilihan Regional. Investasi kami di Bank Maspion menunjukkan komitmen kami untuk memperluas kemitraan regional, menyediakan layanan keuangan terbaik yang dapat memberdayakan bisnis dan perdagangan antar negara, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia dan Thailand," ungkap Pipit Aneaknithi.

Indonesia menjadi salah satu negara unggulan di kawasan MEA+3 berkat pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inflasi yang terjaga. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,7-5% pada tahun 2024, didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat dan investasi. Pada periode 2024-2025, inflasi diperkirakan mencapai 2,5%, dengan nilai tukar rupiah yang stabil. Hal ini diharapkan dapat mendukung pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut dan merangsang pertumbuhan ekonomi.

Dalam satu dekade terakhir, KBank telah berinvestasi di Bank Maspion, meningkatkan statusnya dari KBMI I menjadi KBMI II. Sejak tahun 2017, KBank telah menjadi mitra strategis Bank Maspion dengan kepemilikan saham sebesar 9,99%. KBank kemudian menjadi pemegang saham mayoritas Bank Maspion dengan kepemilikan 67,5% pada tahun 2022. Tahun lalu, KBank kembali menyuntikkan tambahan Rp3,5 triliun, yang meningkatkan kepemilikan saham menjadi 84,55%.

Akuisisi KBank memberikan kesempatan bagi Bank Maspion untuk mempercepat pertumbuhan dan memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan terkemuka di Indonesia. Sampai dengan kuartal kedua tahun 2024, total ekuitas Bank Maspion telah mencapai Rp6,8 triliun, menjadikannya salah satu dari 30 bank terbesar di Indonesia. Hal ini mencerminkan peningkatan kekuatan pasar Bank Maspion.

“Kami optimis mengenai masa depan Bank Maspion. Dengan tambahan modal yang ada, kami berkomitmen untuk mencapai status KBMI 3 pada tahun 2027 dan menempatkan Bank Maspion di antara 20 bank terbesar di Indonesia, serta memperkuat komitmen kami terhadap pertumbuhan dan inovasi dalam sektor perbankan,” ungkap Kasemsri Charoensiddhi, Direktur Utama Bank Maspion.

Pandangan ke depan

KBank meyakini potensi pertumbuhan yang dimiliki Indonesia dan bertekad untuk berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan sektor perbankan dengan menyediakan produk dan layanan berkualitas bagi perusahaan dan individu. Sebagai pemegang saham utama Bank Maspion, KBank berkomitmen untuk mendukung industri perbankan di Indonesia dalam empat bidang utama.

Pertama, KBank berkomitmen untuk memberikan kredit guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Saat ini, sektor perbankan hanya mampu membiayai sekitar 34% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Oleh karena itu, masih terdapat banyak peluang pembiayaan yang dapat dimanfaatkan oleh KBank dan Bank Maspion untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

KBank juga akan meningkatkan pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mencapai inklusi keuangan yang lebih luas. Berdasarkan temuan dari International Finance Corporation (IFC), Indonesia diperkirakan memerlukan tambahan pendanaan untuk UMKM sebesar Rp3.300 triliun hingga tahun 2026. Dengan pengalaman yang dimiliki dalam pembiayaan UMKM di Thailand, KBank akan mendukung pengembangan pembiayaan UMKM di Indonesia.

Selanjutnya, KBank akan memperkuat pembiayaan perdagangan regional dengan memanfaatkan jaringan regionalnya untuk mendukung bisnis Indonesia dalam perdagangan internasional dengan mitra MEA+3, terutama China—yang merupakan mitra dagang terbesar Indonesia.

Selain itu, KBank akan mempercepat transformasi digital melalui keberhasilannya dalam digitalisasi, menggunakan teknologi seperti K PLUS, kecerdasan buatan (AI), dan blockchain untuk memodernisasi sektor perbankan di Indonesia. Infrastruktur perbankan transaksi KBank yang dilengkapi dengan aplikasi mobile dan solusi inovatif dapat meningkatkan peluang cross-selling.

Aplikasi K PLUS, yang dikembangkan oleh KBTG, anak perusahaan KBank, telah meraih penghargaan sebagai Layanan Perbankan Seluler Terbaik di ajang The Asian Banker International Excellence in Retail Financial Services Awards untuk wilayah Asia Pasifik pada tahun 2021 dan 2023-2024.

Bank Maspion berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah serta membangun hubungan jangka panjang guna meningkatkan kualitas dan ketersediaan layanan. Bank ini juga berusaha untuk menyediakan berbagai produk dan layanan yang komprehensif untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat. Selain itu, Bank Maspion akan terus berinovasi dalam menciptakan solusi keuangan yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

Sejak tahun 2007, KBank telah fokus pada peningkatan layanan keuangan melalui teknologi dengan mendirikan KBTG untuk mendukung penawaran digital. KBTG terus memimpin inovasi di kawasan MEA+3 dengan memanfaatkan teknologi terkini dan menjadikan pelanggan sebagai pusat dari setiap inisiatifnya. Langkah ini merupakan upaya untuk mendorong inklusi keuangan serta memperkuat posisi KBank sebagai pemimpin dalam ekosistem keuangan MEA+3.

Lebih lanjut, KBank terus bertransformasi menjadi Bank of Sustainability dengan menekankan tiga solusi utama: solusi hijau, pembiayaan hijau, dan layanan di luar perbankan. Sebagai pelopor produk perbankan hijau yang mendukung investasi ramah lingkungan, KBank berkomitmen untuk mencapai emisi nol bersih dalam operasionalnya dan mengalokasikan 100-200 miliar baht (setara Rp46 hingga 92 triliun) untuk pembiayaan berkelanjutan pada tahun 2030.

KBank berperan aktif dalam mengembangkan inisiatif yang mendukung nasabah dalam transisi menuju ekonomi net-zero, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pendorong utama pertumbuhan berkelanjutan di kawasan ini.

Saat ini, KBank telah berhasil mendorong transformasi yang signifikan di Bank Maspion dengan menitikberatkan pada lima pilar utama, yaitu strategi, sumber daya manusia, proses, teknologi, dan branding. KBank berkomitmen untuk terus mendampingi transformasi Bank Maspion agar dapat menyeimbangkan pertumbuhan bisnis yang dinamis dengan inovasi dan pengembangan yang berkelanjutan.

Tentang KBank

Didirikan di Bangkok, Thailand pada tahun 1945, KBank telah berkembang menjadi bank terkemuka di kawasan MEA+3. Dengan keunggulan kompetitif di segmen UKM, KBank berkomitmen untuk menyediakan solusi terintegrasi bagi bisnis UKM dan perbankan ritel. KBank juga menawarkan beragam produk dan layanan keuangan untuk pelanggan korporasi guna mendukung pengembangan bisnis mereka, seperti Pembiayaan Rantai Pasokan, layanan Valuta Asing, dan Pinjaman Luar Negeri.

KBank memiliki platform transaksi perbankan yang kuat, termasuk aplikasi yang mendukung daya saingnya di sektor perbankan UKM dan ritel serta meningkatkan peluang cross-selling, seperti K PLUS, aplikasi mobile banking yang telah digunakan oleh lebih dari 24 juta pengguna di kawasan ini. K PLUS telah meraih penghargaan Excellence Award for the Best Mobile Banking Service dari International Excellence in Retail Financial Services Awards di Asia Pasifik pada tahun 2021 dan 2023-2024.

KBank menjalankan operasionalnya berdasarkan prinsip Bank of Sustainability. Menyadari pentingnya prioritas dan peluang dalam perekonomian, KBank meluncurkan KBank ESG Strategy 2023 di Thailand, yang merinci strategi bisnis yang berlandaskan prinsip ESG. Fokus utama dari strategi ini adalah pada operasional yang sistematis, evaluasi hasil, dan pengembangan yang sejalan dengan prinsip serta standar internasional. Dengan ambisi untuk menjadi pemimpin dalam aspek ESG di kalangan bank-bank di Asia Tenggara, KBank berkomitmen untuk memberdayakan pelanggan dan mitra bisnisnya dalam mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Di Indonesia, KBank Group menjalin kemitraan strategis dengan Bank Maspion, di mana KBank memiliki 9,99% saham pada tahun 2017. Saat ini, KBank telah menjadi pemegang saham mayoritas di Bank Maspion dengan kepemilikan sebesar 84,55%.


Baca Juga: OJK Dorong Peran Mahasiswa UMSU Sebagai Agen Inklusi Keuangan Di Masyarakat


Tag:


    Bagikan:

Penulis: Nora Jane


Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.