Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) berperan aktif dalam mendorong penggunaan produk lokal serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik. Hal ini terlihat dari penunjukan Kemenkes sebagai Campaign Manager untuk Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia (BBWI) di Provinsi Kalimantan Tengah.
Pentingnya penggunaan produk dalam negeri perlu terus didorong. Pemerintah juga lebih mengutamakan penggunaan produk lokal dalam pengadaan barang dan jasa.
Pada akhir tahun 2023, realisasi belanja produk dalam negeri oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN telah mencapai hampir Rp1.350 triliun, meningkat dari Rp749 triliun pada tahun 2022. Selain itu, jumlah wisatawan nusantara juga mengalami peningkatan hampir 13%, mencapai 825 juta kunjungan wisata domestik pada tahun 2023.
“Angka ini mencerminkan bahwa kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri dan mengunjungi objek wisata lokal telah meningkat,” ungkap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat peresmian Gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia (BBWI) di Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (14/8).
Sebagai manajer kampanye, Menkes Budi menyatakan bahwa Kemenkes berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah. Kerja sama ini dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan UMKM, seleksi dan kurasi UMKM, promosi, pameran offline, serta kegiatan harvesting.
Saya berharap melalui kegiatan ini kita dapat memperkuat kerjasama antar sektor dan mempercepat upaya kita menuju pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, ungkap Menkes Budi.
Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, yang diwakili oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Sri Widarnani, menyatakan bahwa Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia (BBWI) bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan UMKM.
Sri menambahkan bahwa gerakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dalam negeri, sehingga produk lokal lebih disukai oleh masyarakat dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
“Sejalan dengan kedua gerakan tersebut, pemerintah provinsi Kalimantan Tengah berfokus pada pengembangan sektor pariwisata dan UMKM untuk mendorong perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Sekitar 99% unit usaha di Indonesia adalah UMKM, yang menyumbang sekitar 60,5% dari PDB.
Selain itu, penyerapan tenaga kerja oleh UMKM mencapai sekitar 90% dari total tenaga kerja di Indonesia.
“Tentu saja, kita tidak dapat meningkatkan UMKM sendirian. Kita perlu bersinergi, dan wujud konkret dari sinergi ini adalah acara seperti Gerakan Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Wilayah Indonesia,” kata Destry.
Acara ini merupakan kolaborasi antara Bank Indonesia, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya adalah untuk mendorong UMKM Indonesia agar dapat naik kelas dan memiliki daya saing yang tinggi.
Baca Juga: Analisis Pemicu Bencana Di Sumut: Cuaca Ekstrem Dan Kerusakan Lingkungan
Tag:
Penulis: Seraphine Claire