Blibli, Tiket.com, Dan Tinkerlust Mewujudkan Masa Depan Yang Lebih Baik Untuk Indonesia Yang Berkelanjutan

Rabu, 31 Juli 2024

    Bagikan:
(Gambar: Dok/Blibli)

Dalam rangka menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan di Indonesia, tiga perusahaan rintisan terkemuka di bawah naungan GDP Venture, yaitu Blibli, tiket.com, dan Tinkerlust, berkomitmen untuk mengintegrasikan praktik keberlanjutan dalam setiap aspek bisnis mereka.

Keberlanjutan dalam bisnis, atau sustainability, merupakan pendekatan yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam operasi bisnis, dan telah menjadi salah satu topik paling penting dalam dunia bisnis saat ini.

Dengan berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi dunia, mulai dari perubahan iklim hingga kelangkaan sumber daya alam, keberlanjutan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah komitmen jangka panjang untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.

Blibli telah menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dengan meluncurkan program Blibli Tiket Action. Program ini bertujuan untuk menciptakan bisnis berkelanjutan yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk karyawan, pelanggan, mitra, dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui program ini, Blibli fokus pada enam ranah utama, seperti penggunaan sumber daya, pengelolaan limbah, emisi, privasi data, hubungan komunitas, serta pengembangan dan pembelajaran. Selain itu, Blibli juga telah menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan dengan menggunakan kemasan berbahan daur ulang dan menanam ribuan pohon untuk mengimbangi emisi karbon. Kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan juga menjadi kunci keberhasilan dalam upaya keberlanjutan ini.

Untuk karyawan Blibli Tiket, terdapat program Fashion Take Back di Hari Bumi 2024. Limbah fesyen yang terdiri dari seragam dan pakaian bekas karyawan diolah oleh mitra ecopreneur melalui konsep sirkular ekonomi menjadi barang dengan nilai guna baru. Karyawan juga terlibat dalam pengumpulan dan pendaurulangan sampah selama event perusahaan, mendukung pengelolaan limbah dan keberlanjutan. Blibli juga mengambil langkah proaktif dalam program Take Back atau pengembalian kemasan yang tidak terpakai untuk didaur ulang atau dikonversi menjadi bibit pohon (10 kemasan menjadi 1 bibit pohon). Selain itu, Blibli juga mengajak mitra untuk mengadopsi praktik ramah lingkungan dengan menyediakan opsi pengiriman menggunakan kendaraan listrik untuk mengurangi emisi karbon, ujar Lisa.

Sektor pariwisata juga tumbuh dengan cepat, menurut UNWTO pada 2019 kontribusi pariwisata menyumbang 8% terhadap emisi karbon dunia mulai dari penerbangan pesawat, perahu, penginapan, berbagai aktivitas berkontribusi terhadap jejak karbon pariwisata. Sejalan dengan hal itu, tiket.com pionir online travel agent (OTA) di Indonesia yang berdiri sejak 2011, mengambil sebuah langkah untuk menerapkan dan meningkatkan kesadaran Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism) melalui fitur tiket Green yang diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang terhadap lingkungan, aspek sosial budaya, dan perekonomian masyarakat.

Gaery Undarsa - Co-Founder & CMO tiket.com menjelaskan bahwa fitur tiket Green adalah inovasi terbaru dari tiket.com yang memberikan akses kepada konsumen untuk memilih akomodasi yang mengusung konsep keberlanjutan (sustainability). Standarisasi akomodasi berkelanjutan memainkan peran besar dalam mengarahkan akomodasi wisata menuju konsep green accommodation. Saat ini, tiket.com telah menyediakan lebih dari 5.400 pilihan akomodasi di seluruh dunia, termasuk 700 pilihan akomodasi di Indonesia dan Asia Tenggara yang menerapkan sustainable tourism. Tiket.com juga bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam program Jagoan Pariwisata untuk mengajak para pelaku usaha desa wisata meningkatkan kapabilitas usahanya agar usahanya lebih berkelanjutan (sustainable). Mereka percaya bahwa dengan mendukung desa wisata berkelanjutan, mereka dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat lokal.

Kehadiran tiket Green mencerminkan komitmen tiket.com dalam memberikan kemudahan bagi konsumen untuk merencanakan perjalanan dan petualangan yang lebih berkelanjutan, terutama bagi Generasi Z yang dikenal memiliki kesadaran tinggi terhadap konsep keberlanjutan. "Saat ini, terdapat perubahan pola konsumsi di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, yang menjadikan perjalanan sebagai bagian dari gaya hidup dan proses penyembuhan mereka.

Generasi Z juga menunjukkan kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga lingkungan, serta memilih akomodasi dan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. Diharapkan, semakin banyak individu yang terpengaruh oleh kesadaran ini, maka dampaknya akan semakin signifikan," ungkap Gaery.

Dalam acara ini, Tinkerlust, sebuah platform marketplace yang menghubungkan penggemar fesyen dengan pembeli untuk menjual dan membeli barang-barang fesyen bekas yang masih layak pakai, berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengurangi limbah fesyen yang merupakan penyumbang limbah terbesar kedua di dunia.

Aliya Amitra, Pendiri & COO Tinkerlust, menjelaskan, "Empat aktor industri yang mempengaruhi sektor fesyen meliputi pemerintah, NGO, desainer lokal, dan marketplace terpercaya. Melalui Tinkerlust, kami berperan dalam meningkatkan kesadaran mengenai decluttering, menerbitkan white paper tentang keberlanjutan fesyen di Indonesia, serta bermitra dengan desainer lokal untuk meng-upcycle barang-barang preloved."

Kami berharap usaha ini dapat secara signifikan mengurangi limbah fesyen dan mendorong perubahan positif dalam industri fesyen sehingga mendorong lebih banyak orang untuk berpartisipasi dalam gerakan keberlanjutan ini.

Aliya yakin bahwa semakin banyak pihak yang tertarik dengan konsep fesyen keberlanjutan ini, terbukti dengan bertambahnya penjual yang bergabung di Tinkerlust. "Kami melihat bukti nyata bahwa kesadaran masyarakat terhadap keberlanjutan semakin meningkat, seperti yang tercermin dari jumlah penjual di platform kami yang terus tumbuh setiap tahunnya.

Ini menunjukkan bahwa lebih banyak individu dan pelaku bisnis yang berkomitmen untuk berkontribusi pada upaya keberlanjutan, dan hal ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan komunitas."

Untuk menerapkan keberlanjutan secara efektif, perusahaan harus menetapkan tujuan keberlanjutan yang jelas dan terukur, mengintegrasikan strategi, menerapkan praktik-praktik terbaik dalam keberlanjutan, menjamin transparansi, membangun kolaborasi, dan melakukan evaluasi kinerja yang komprehensif. Langkah-langkah ini akan memastikan bahwa inisiatif keberlanjutan tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

GDP Venture adalah perusahaan pembangun venture yang berfokus pada sektor digital, termasuk perdagangan, produk, media, hiburan, dan perusahaan yang menyediakan solusi untuk industri konsumen internet di Indonesia. Berdiri sejak tahun 2010, GDP Venture tidak hanya berperan sebagai modal ventura, tetapi juga turut berkontribusi dalam memajukan pertumbuhan ekonomi Indonesia. GDP Venture bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang sehat dalam pengembangan perusahaan digital kelas dunia.




Baca Juga: Analisis Pemicu Bencana Di Sumut: Cuaca Ekstrem Dan Kerusakan Lingkungan


Tag:


    Bagikan:

Penulis: Seraphine Claire


Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.