Trump Menyatakan Putin Telah Kehilangan Akal, AS Mempersiapkan Sanksi Baru Untuk Rusia

Senin, 26 Mei 2025

    Bagikan:
(REUTERS/Kevin Lamarque)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengkritik Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah serangan udara terbesar yang dilancarkan oleh Moskow ke Ukraina sejak perang dimulai 3 tahun lalu.

Dalam pernyataannya di platform Truth Social dan dalam keterangan kepada media, Trump menyebut Putin telah "benar-benar gila" dan menyatakan ketidakpuasannya terhadap peningkatan kekerasan yang dilakukan oleh Rusia.

"Saya selalu memiliki hubungan yang sangat baik dengan Vladimir Putin dari Rusia, tetapi ada sesuatu yang telah berubah padanya. Dia benar-benar sudah GILA! Dia membunuh banyak orang tanpa alasan, dan saya tidak hanya berbicara tentang tentara. Rudal dan drone ditembakkan ke kota-kota di Ukraina tanpa alasan apapun," tulis Trump, Minggu (25/5/2025).

Dalam kesempatan lain, Trump menyatakan kepada wartawan, "Saya tidak senang dengan tindakan Putin. Dia membunuh banyak orang, dan saya tidak tahu apa yang terjadi padanya."

Serangan udara yang dilakukan oleh Rusia pada malam sebelumnya mengakibatkan setidaknya 12 orang tewas, termasuk anak-anak, dan melukai puluhan lainnya, menurut pejabat Ukraina. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Putin untuk menerima usulan gencatan senjata.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu pagi menyatakan bahwa "diamnya Amerika" hanya akan mendorong Putin untuk melanjutkan serangan brutalnya.

"Dunia mungkin berlibur, tetapi perang tetap berlangsung, baik di akhir pekan maupun hari kerja. Ini tidak boleh diabaikan. Diamnya Amerika dan dunia hanya mendorong Putin," ujar Zelensky, dikutip dari CNN International.

Namun, Trump tidak tinggal diam. Ia justru mengkritik Zelensky dalam unggahannya.

"Begitu juga dengan Presiden Zelensky. Dia tidak membantu negaranya dengan cara berbicaranya. Setiap hal yang keluar dari mulutnya menimbulkan masalah. Saya tidak suka itu, dan sebaiknya itu dihentikan," tulis Trump.

Trump juga menyatakan bahwa ia "absolut" mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia, yang telah lama diminta oleh Zelensky dan para pemimpin Eropa. Sebelumnya, Trump menolak untuk memberlakukan sanksi tambahan karena percaya ada peluang untuk kemajuan diplomatik, namun kini ia menyatakan bahwa pendiriannya bisa berubah.

"Saya sangat terkejut dengan serangan udara ini," kata Trump kepada wartawan. "Kami sedang berbicara, dan dia (Putin) justru menembakkan roket ke Kyiv dan kota-kota lainnya."

Padahal hanya seminggu sebelumnya, Rusia juga telah melancarkan serangan drone terbesar ke Ukraina, yang terjadi tepat sehari sebelum pembicaraan telepon antara Trump dan Putin.


Baca Juga: Analisis Pemicu Bencana Di Sumut: Cuaca Ekstrem Dan Kerusakan Lingkungan


Tag:


    Bagikan:

Penulis: Seraphine Claire


Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.