Kendaraan Anda Mengalami Masalah Setelah Melalui Banjir? Pastikan Untuk Memeriksanya!

Kamis, 27 Februari 2025

    Bagikan:
(Medcom.id/Ekawan Raharja)

Menghadapi genangan banjir saat berkendara di jalan adalah hal yang tidak dapat dihindari. Meskipun genangan air hanya mencapai setengah dari ketinggian ban, terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan, terutama terkait dengan kondisi sistem pengereman.

Rem adalah salah satu elemen krusial dalam kendaraan, dan penurunan kinerjanya dapat berakibat fatal. Auto2000 memberikan panduan bagi pemilik kendaraan yang mengalami masalah pada rem setelah melewati area banjir.

1. Pemeriksaan Rem Setelah Melalui Genangan Air

Ketika melintasi genangan air yang cukup dalam, terdapat kemungkinan air masuk ke dalam sistem pengereman, baik itu pada rem cakram maupun tromol. Penting untuk memahami langkah-langkah yang perlu diambil saat kendaraan melewati genangan air atau banjir.

Langkah pertama adalah menghindari peningkatan kecepatan secara mendadak. Hal ini penting karena air yang masuk ke dalam sistem rem dapat menyebabkan gangguan, sehingga rem tidak berfungsi dengan baik.

Disarankan untuk mengemudikan kendaraan dengan perlahan atau berhenti di tempat yang aman untuk melakukan pemeriksaan rem. Langkahnya adalah dengan menekan pedal rem beberapa kali hingga respons rem kembali normal.

2. Perawatan Rem Kendaraan, Rem Cakram Perlu Diperhatikan

Terdapat dua tipe rem pada kendaraan, yaitu rem cakram dan rem tromol. Rem cakram terdiri dari piringan cakram yang terbuat dari baja dan unit kampas yang berfungsi menjepit cakram untuk menghentikan putaran roda. Sistem pengereman ini menggunakan hidrolik atau tekanan cairan rem. Rem ini umumnya dipasang pada roda depan yang menanggung beban kerja paling berat.

Sementara itu, rem tromol bekerja dengan cara menekan sepatu rem yang tidak berputar terhadap tromol (brake drum), sehingga menciptakan gesekan yang mengurangi kecepatan kendaraan hingga berhenti. Rem ini biasanya digunakan pada roda belakang kendaraan penumpang.

Dibandingkan dengan rem tromol, rem cakram memiliki daya pengereman yang lebih baik. Salah satu keunggulan rem cakram adalah kemampuannya dalam melepaskan panas, sehingga kinerjanya tetap optimal.

Namun, efektivitas kerja rem cakram sangat bergantung pada kondisi kampas rem. Akibatnya, kampas rem dapat cepat aus dan menjadi berbahaya, karena jika tidak berfungsi dengan baik, dapat menyebabkan rem mobil gagal beroperasi.

3. Rem Cakram Memiliki Masalah Tersendiri

Walaupun memiliki keunggulan, rem cakram tidak terlepas dari masalah yang memerlukan perhatian dari pengguna kendaraan. Salah satu masalah yang mungkin terjadi adalah rem cakram yang macet saat berputar, yang dapat disebabkan oleh posisi pad atau kampas rem yang tidak rata saat bersentuhan dengan piringan.

Masalah ini bisa timbul akibat kebocoran pada selang cairan rem yang menghubungkan master rem dengan kaliper (tempat kampas rem). Untuk mengatasinya, segera lakukan penggantian selang rem serta seal atau karet pada master rem dan kaliper.

4. Udara Masuk ke Dalam Sistem Cairan Rem

Selain itu, masuknya udara ke dalam sistem pengereman juga dapat mengurangi daya cengkeram kampas rem. Untuk mengatasinya, pastikan cairan rem dalam keadaan penuh, kemudian kocok pedal rem dan tahan, lalu buka penutup (napel) yang terdapat di kaliper.

Setelah udara keluar, kencangkan kembali penutup di kaliper rem. Ulangi langkah tersebut hingga semua udara hilang dan rem berfungsi normal kembali. Proses ini bisa menjadi sulit jika dilakukan sendiri atau jika tidak memiliki keterampilan, sehingga lebih baik dilakukan di bengkel resmi terdekat.

5. Kampas Rem Mulai Menipis

Kampas rem yang sudah mulai menipis dapat menyebabkan penurunan volume cairan rem, karena cairan rem terdorong ke bagian kaliper oleh piston yang semakin masuk. Jika tidak terdapat kebocoran, kemungkinan besar inilah masalah yang terjadi pada kendaraan.


Baca Juga: Wuling Darion Bukti Komitmen Investasi Dan Inovasi Teknologi Hijau Di Indonesia


Tag:


    Bagikan:

Penulis: Maya Kirana


Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.