Industri otomotif di Indonesia pada tahun 2024 mengalami berbagai tantangan. Selain faktor politik seperti pemilu, terdapat penurunan dalam kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat, serta banyaknya merek baru yang memasuki pasar domestik.
Bagaimana cara pelaku industri otomotif di Indonesia menghadapi persaingan pada tahun 2025? PT Toyota-Astra Motor (TAM), yang merupakan pemimpin pasar kendaraan roda empat di Indonesia, memiliki keyakinan bahwa pasar otomotif akan menunjukkan tren positif pada tahun ini.
Dalam seminggu terakhir, terdapat lima model mobil baru yang telah diluncurkan, serta tiga merek yang baru kita kenal. Hal ini menunjukkan bahwa pasar otomotif saat ini sedang mengalami dinamika yang menarik," ungkap Philardi Ogi, Manajer PR PT Toyota-Astra Motor (TAM), dalam program Morning News iNEWS.ID dengan tema "Pertarungan Sengit Industri Otomotif, Siapa Paling Kompetitif?" yang disiarkan dari Studio Trijaya FM, Gedung iNews Center, Jakarta, pada hari Jumat, 24 Januari 2024.
Dia menyatakan bahwa berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, setelah pemilu, pasar otomotif biasanya mengalami pertumbuhan yang signifikan, berkisar antara 10 hingga 20 persen. Dengan penjualan pada tahun 2024 yang hanya mencapai 865.723 unit, diharapkan angka tersebut dapat kembali mencapai 1 juta unit.
"Kami berharap tahun ini pasar dapat kembali melampaui 1 juta unit. Terlebih lagi dengan kehadiran beberapa produsen baru, semoga pasar dapat meningkat seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi," ungkap Ogi.
Pemerintah, menurutnya, telah mulai meluncurkan berbagai program untuk mendukung industri otomotif, khususnya dalam segmen mobil hybrid. "Saat ini, kita telah diberikan insentif sebesar 3 persen, yang tentunya akan mendorong pergerakan pasar menjadi lebih baik," jelasnya.
Ogi menambahkan bahwa insentif 3 persen untuk mobil hybrid di tahun ini diharapkan dapat meningkatkan sektor otomotif dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Sebenarnya, pihak yang paling diuntungkan dari insentif ini adalah konsumen. Meskipun penjualan secara keseluruhan tidak mengalami peningkatan, penjualan mobil hybrid diperkirakan akan meningkat. Keuntungan bagi konsumen adalah mereka akan mendapatkan mobil dengan kualitas yang lebih baik, efisiensi bahan bakar yang lebih tinggi, serta performa yang lebih baik, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan emisi, ujarnya.
Ogi menyatakan bahwa peningkatan penjualan mobil hybrid akan menarik banyak investor untuk masuk ke Indonesia. Hal ini akan mendorong produksi mobil hybrid di dalam negeri.
"Masuknya investasi berarti akan ada peningkatan jumlah tenaga ahli, transfer pengetahuan dari luar negeri, penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak, serta kontribusi pajak yang akan menguntungkan negara. Selain itu, industri-industri pendukung sektor otomotif juga akan mengalami perkembangan," jelas Ogi.
Baca Juga: Wuling Darion Bukti Komitmen Investasi Dan Inovasi Teknologi Hijau Di Indonesia
Tag:
Penulis: Maya Kirana