Selama 11 hari GIIAS 2024, Wuling berhasil mencatatkan jumlah pemesanan mobil hingga ribuan unit. Pameran otomotif terbesar di Indonesia ini juga menarik hampir 500 ribu pengunjung dan dihadiri oleh berbagai merek mobil dari berbagai negara, termasuk produsen otomotif asal China yang mendominasi pasar kendaraan listrik di dalam negeri.
Wuling mencatatkan total pemesanan sebanyak 2.301 unit, dengan sebagian besar untuk mobil listrik seperti AirEv, BinguoEV, dan CloudEV. Selain itu, sebanyak 1.390 pengunjung juga mengikuti test drive mobil listrik Wuling. Menurut Senior Manager Marketing Strategy Wuling Motors, Ricky Christian, hal ini menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan inovasi yang ditawarkan oleh Wuling selama tujuh tahun beroperasi di Indonesia.
GAC Aion, produsen mobil listrik asal China, berhasil mencatatkan pemesanan sebanyak 1.118 unit meskipun baru diperkenalkan di Indonesia sekitar tiga bulan yang lalu. Saat ini, perusahaan tersebut telah meluncurkan tiga model untuk pasar Indonesia.
Di sisi lain, Neta mengalami peningkatan pemesanan lebih dari 100 persen dibandingkan dengan GIIAS tahun lalu, dengan total surat pemesanan yang diterima mencapai 327 unit untuk model Neta V-II serta prapemesanan untuk model Neta X.
Merek lain, DFSK-Seres, mencatatkan total pemesanan sebanyak 546 unit, di mana 90 persen di antaranya merupakan kendaraan listrik, termasuk kendaraan komersial DFSK Gelora E dan mobil perkotaan Seres E1.
Selain kendaraan listrik, merek mobil konvensional asal China juga menunjukkan minat yang tinggi. Salah satunya adalah BAIC, yang berhasil mencatatkan pemesanan sebanyak 136 unit meskipun baru hadir di Indonesia beberapa bulan yang lalu. Namun, jumlah tersebut mencakup pemesanan selama GIIAS serta transaksi melalui dealer dan business-to-business. Model off-road premium BJ40 Plus menyumbang sekitar 80 persen dari total pemesanan tersebut.
Baca Juga: Wuling Darion Bukti Komitmen Investasi Dan Inovasi Teknologi Hijau Di Indonesia
Tag:
Penulis: Maya Kirana