Terry Yudha Tetap Mempertahankan Intensitas Latihannya Selama Bulan Ramadhan Menjelang Nations Cup

Rabu, 12 Maret 2025

    Bagikan:
(ANTARA/HO-PB ISSI/Nick Hanoatubun/aa.)

Pembalap sepeda asal Indonesia, Terry Yudha, menyatakan bahwa ia tidak mengurangi intensitas latihan selama bulan Ramadhan sebagai persiapan untuk mengikuti UCI Track Nations Cup di Konya, Turki, yang akan berlangsung pada akhir pekan ini.

"Latihan tetap dilakukan sesuai dengan program yang telah ditetapkan, tanpa ada pengurangan porsi latihan," ungkap Terry dalam percakapan telepon dengan ANTARA di Jakarta, pada hari Senin.

"Sebelum berangkat ke Jakarta, kami melakukan latihan di Yogyakarta. Latihan di Yogyakarta fokus pada daya tahan, dengan intensitas yang berlangsung antara dua hingga tiga jam. Setelah tiba di Jakarta, selama dua hari terakhir, kami melanjutkan latihan di Velodrome."

Saat menjalani latihan di Yogyakarta, Terry menyatakan bahwa ia dapat melaksanakan ibadah puasa dengan baik, karena intensitas latihan yang dijalani tidak terlalu berat baginya. Latihan tersebut dilaksanakan dari pukul 05.00 WIB hingga 08.00 WIB.

Di sisi lain, untuk latihan di Jakarta, Terry harus memulai sesi latihan dari pukul 05.00 hingga 07.00 WIB. Setelah itu, ia melanjutkan latihan di velodrome dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, yang membuatnya tidak dapat menjalankan ibadah puasa.

Terry, bersama dengan tiga pembalap Indonesia lainnya, yaitu Bernard Van Aert, Andy Royan, dan Julian Abimanyu, akan berangkat ke Konya, Turki, malam ini.

Terry menyatakan, "Alhamdulillah, persiapan sudah dilakukan. Kami telah melakukan percobaan kemarin. Semoga di Konya nanti kami dapat memecahkan rekor nasional."

Tim Indonesia akan berpartisipasi dalam tiga kategori, yaitu team pursuit, omnium, dan madison. Terry akan berkompetisi di nomor team pursuit dan madison.

Pada Asian Track Championships 2025 yang berlangsung di Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia, akhir bulan lalu, Terry berhasil meraih dua medali perunggu dalam nomor scratch dan madison bersama rekannya, Bernard.

Sementara itu, Bernard juga berhasil mendapatkan medali perunggu di nomor elimination race dan medali perak di nomor omnium.

Poin yang diperoleh para pembalap dalam Nations Cup di Konya akan menjadi "tabungan" untuk mengikuti World Championship 2025 yang dijadwalkan pada akhir tahun.


Baca Juga: Peran Krusial McLaren Dalam Bantu Norris Rebut Gelar Di Qatar


Tag:


    Bagikan:

Penulis: Callysta Annisa


Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.